TIPE-TIPE TULISAN ILMIAH

TIPE-TIPE TULISAN ILMIAH ada dua (2), yaitu A) Tulisan Ilmiah Populer, B) Tulisan Ilmiah Murni.

A.  Tulisan Ilmiah Populer
Sarwono (2010:11-13) menyatakan bahwa ciri-ciri dan karakteristik tulisan ilmiah populer, antara lain:
  1. Adanya pesan yang dipergunakan untuk menarik perhatian pembaca, yang dapat juga dikatakan bersifat persuasif. Hal ini dikarenakan pada umumnya pembaca yang ditargetkan ialah umum atau bukan spesialis di bidang ahli mengenai topik bahasan yang ditulis.
  2. Isi tulisan diusahakan untuk memikat pembaca agar yang bersangkutan tetap harus membaca tulisan tersebut sampai selesai.
  3. Penulis melakukan kontekstualisasi data hasil riset ke dalam tulisan tersebut sehingga data dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca umum.
  4. Bahasa yang dipergunakan bersifat umum dan tidak mempergunakan terminologi khusus yang hanya dipahami oleh ilmuan atau kelompok tertentu.
  5. Biasanya struktur kalimat yang dipergunakan ialah kalimat aktif.
  6. Gaya penulisan tidak baku.
  7. Umumnya, informasi dipaparkan dalam bentuk narasi.
  8. Uraian dipaparkan ke dalam bentuk umum yang dapat menarik, baik aspek intelektual pembaca maupun menyentuh emosi pembaca yang bersangkutan.
  9. Secara implisit, kadang mengandung pesan tertentu berupa keinginan penulis agar pembaca melakukan tindakan tertentu.
Contoh tulisan ilmiah populer berikut ini diambil dari buku Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif  dan buku Strategi Penelitian di Internet karya Jonathan Sarwono:
Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan. Ketika seorang Indian yang sakit dan minum air di kolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Hal ini terjadi berulang kali pada beberapa orang. Akhirnta, ketahui bahwa di sekitar kolam tersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya biasa dijadikan sebagai obat malaria, yang kemudian berjatuhan dikolam tersebut. Penemuan yang di kemudian hari dikenal sebagai pohon Kina itu terjadi secara kebetulan saja.

Bagaimanakah cara kerja suatu web sehingga web tersebut dapat terkoneksi dengan internet? Koneksi suatu website memerlukan empat komponen dasar, yaitu komputer yang berfungsi sebagai klien, penyedia layanan akses internet, server, dan jaringan komunikasi yang menghubungkan ketiga komponen tersebut.  Jika seorang ingin mengakses internet dari rumah dengan menggunakan komputer pribadi maka komputer tersebut merupakan titik awal koneksi yang kemudian harus dihubungkan dengan modem dan telepon. Melalui browser, perintah diteruskan untuk dapat terhubung dengan komputer tertentu sehingga kita dapat memanggil halaman atau dokumen tertentu melalui komputer kita.
Pada saat kita sudah terhubung dengan internet dan kita bermaksud membuka suatu halaman website tertentu maka kita perlu menuliskan alamat domain web tersebut, misalnya http://www.detik.com. Dengan kecepatan yang tinggi, permintaan tersebut dikirimkan ke web tersebut sehingga halaman web tersebut kemudian dapat dibaca melalui komputer kita.

Meskipun contoh tersebut merupakan tulisan khusus, namun diuraikan dalam bentuk populer sehingga menudahkan pembaca umum untuk memahami isi bacaan tersebut.

B.  Tulisan Ilmiah Murni
Ciri-ciri tulisan ilmiah murni, antara lain:
  1. Penulis berusaha memaparkan data apa adanya secara objektif.
  2. Temuan kajian ditulis dalam bentuk sistematis, terstruktur, dan baku.
  3. Penulis banyak menggnakan bahasa dan terminologi khusus atau disebut “jargon ilmiah” yang hanya dapat dipahami oleh ilmuan yang sama bidang ilmunya dengan pokok bahasan yang ditulis.
  4. Umumnya, menggunakan struktur kalimat pasif.
  5. Gaya penulisan yang dipakai bersifat baku.
  6. Tulisan digunakan untuk memaparkan informasi dalam bentuk khusus yang hanya digunakan untuk menarik kemampuan intelektual pembaca.
  7. Tulisan bersifat bebas dari opini penulis.
  8. Terdapat jarak antara penulis dengan hal-hal yang dikaji.
Contoh tulisan ilmiah murni berikut ini diambil dari buku Riset Bisnis untuk Pengambilan Keputusan karya Jonathan Sarwono dan buku Structural Equation Model (SEM) Menggunakan LISREL karya Jonathan Sarwono beserta Umi Narimawati.

Dalam pengambilan keputusan, terdapat beberapa tingkat yang berkaitan dengan sifatnya, yaitu tingkat strategis, taktis, dan teknis. Menurut Davis (1985:5), tingkatan tersebut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a.    Tingkat strategis berkaitan dengan hal-hal:
1)    Informasi-informasi dari luar yang meliputi kompetisi, konsumen, ktersediaan proses, dan kajian demografis konsumen.
2)    Informasi mengenai kecenderungan masa yang akan datang atau informasi yang bersifat prediktif untuk jangka panjang.
3)    Informasi yang bersifat simulasi mengenai hal-hal yang diandaikan kemungkinan akan terjadi.

b.    Tingkat taktis berkaitan dengan informasi-informasi yang menyangkut masalah:
1)    Historis deskriptif.
2)    Informasi mengenai kinerja saat ini.
3)    Informasi yang bersifat prediktif untuk jangka pendek.
4)    Informasi yang bersifat simulasi mengenai hal-hal yang diandaikan kemungkinan akan terjadi.

c.    Tingkat teknis berkaitan dengan informasi-informasi yang menyangkut masalah:
1)    Historis deskriptif.
2)    Informasi mengenai kinerja saat ini.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, terdapat dua jenis tulisan ilmiah, yaitu tulisan ilmiah ang bersifat populer dan murni. Pada tulisan ilmiah populer, target audiensnya umum, sedangkan tulisan ilmiah murni, target audiensnya khusus yang memahami pokok bahasan yang dipaparkan.

Pustaka:
Pintar Menulis Karangan Ilmiah (2010) oleh Jonathan Sarwono, penerbit ANDI Yogyakarta.
0 Comments for "TIPE-TIPE TULISAN ILMIAH"

Back To Top